adf.ly

Senin, 21 Maret 2011

Rusa Timor: Berciri Khas Ekor yang Cukup Panjang

(Cervus timorensis Blainville)
Nama lain: Menjangan, Jonga, Nusa
Suku: Cervidae

Latar Belakang
Satwa liar ini dilindungi berdasarkan peraturan perlindungan Binatang Liar Tahun 1931 No. 134 dan 266. Sejak dahulu satwa ini sudah dimanfaatkan masya rakat untuk kebutuhan akan daging hewani, kulitnya dimanfaatkan untuk alat duduk/sebagai tikar, sedangkan tanduknya digunakan sebagai barang pajangan di rumah-rumah penduduk.

Pertelaan
Rusa ini mempunyai ukuran tubuh kecil, tungkai pendek, ekor cukup panjang, dahi cekung, gigi gerigi relatif besar, bulu warna gelap coklat kekuning-kuning an seperti warna pada punggungnya, tanduknya relatif besar ramping dan panjang, tanduknya mempunyai cabang yang runcing 6 buah atau 3 buah di masing-masing tanduk, cabang depan pertama mengarah ke depan, cabang belakang pertama dan hanya lebih panjang dari cabang depan kedua dan cabang belakang kedua kiri dan kanan sejajar.

Tanduk itu kasar, berkerut-kerut memanjang dari mulai pangkal sampai ke ujungnya. Tiap tahun, biasanya tan duk tersebut rontok. Rusa betina tidak memiliki tanduk bercabang.

Habitat & Penyebaran
Rusa suka tinggal di daerah-daerah yang terbuka dan kering, seperti di padang¬padang rumput atau di bukit-bukit dengan pohon-pohon/belukar yang tersebar. Rusa menggunakan hutan dengan pohon-pohonan yang cukup rapat seba gai tempat berlindung atau beristirahat. Biasanya rusa dapat ditemukan sampai ketinggian 2.600 m di atas permukaan laut. Penyebaran satwa ini hampir di seluruh kepulauan Indonesia kecuali Sumatera. Di Kalimantan dan Irian Jaya, rusa merupakan binatang pendatang (introduksi).

Makanan
Makanannya adalah rumput dan daun-daunan.

Perkembangbiakan
Musim kawin terjadi pada sekitar Juli dan September. Lamanya kehamilan rusa adalah sekitar 8 bulan, rata-rata anaknya lahir satu ekor. Anaknya disusui sampai umur 3-4 bulan, bahkan masih ada yang menyusu sampai umur 6-8 bulan. Pada umur kira-kira 7-9 bulan pada yang jantan mulai tumbuh tanduk nya dan kelihatan sempurna pada 6 bulan kemudian.
***
Sumber: Balai Kliring Keanekaragaman Hayati Nasional, KLH RI (http://bk.menlh.go.id)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar