adf.ly

Tampilkan postingan dengan label Palem dan Cycads. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Palem dan Cycads. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Mei 2009

Sikas, Tanaman Kuno Yang Tetap Digemari


Konon, ribuan tahun lalu, tanaman ini adalah kegemaran dinosaurus. Sampai sekarang tanaman sikas masih mudah ditemui, meski orang sering salah kaprah, dengan menyebutnya sebagai tanaman pakis, atau palem.

Pecinta tanaman pasti sudah tak asing lagi dengan tanaman Sikas. Selintas bentuknya mirip palem. Banyak tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Karena morfologinya yang mirip pakis, banyak juga yang menyebutnya pakis haji
Secara sepintas batang dan daunnya mirip palem.

Tanaman ini termasuk famili Cycadaceae, dan terdiri lebih dari 90-an spesies. Tanaman ini tergolong tanaman sangat kuno, karena telah ada sejak ribuan tahun lalu. Banyak jurnal ilmiah yang mengaitkan tanaman ini dengan jaman Jurrasic yang terjadi ratusan ribu tahun yang lalu.

Secara umum daun sikas berwarna hijau, bentuknya menyerupai bulu dan tumbuh mengarah ke luar dari batang. Panjang daun sangat bervariasi, tergantung dari jenis Sikas. Tingginya beragam. Untuk tanaman hobi biasanya tak lebih dari 3 meter. Selain bentuk Sikas yang umum, ada juga Sikas yang mengalami kelainan, seperti Sikas albino yang dimiliki NA Flona. "Yah sesuai namanya, daun sikas ini tidak berwarna hijau, melainkan albino," kata Santri dari NA Flona.

Masih Mahal

Tak sulit untuk menanam Sikas, baik sebagai tanaman indoor maupun outdoor. Terutama jika media tanam yang digunakan adalah tanah merah. Hanya saja untuk mendapatkan tanah ini biasanya ada di pinggiran kota. "Boleh juga ditambahi pasir malang di bagian atas tanah, agar saat disiram tanahnya tidak becek dan mengotori pot," jelas Santri sambil mengatakan keindahan Sikas selain terletak di daun juga di bonggol.

"Ya, seperti Adenium, Sikas juga diminati karena bonggolnya. Selain itu daunnya makin ke atas dan bentuknya beraturan."
Salah satu alasan kenapa orang menyukai Sikas karena daunnya teratur dan rapi. "Sikas bisa tumbuh besar, cuma dalam waktu yang agak lama. Bahkan lebih lama dari pohon rambutan." Sebagai gambaran, dalam sebulan Sikas hanya mengeluarkan daun sebesar jarum. "Setelah itu baru daunnya agak mekar. Makanya harganya mahal karena tumbuhnya agak lama."

Karena lama berkembang tadi, untuk tanaman setinggi 30 cm saja perlu dua tahun untuk berkembang sampai memiliki bongol sekitar diameter 5 cm. "Semakin besar bonggolnya harganya pun semakin mahal. Dengan tinggi di bawah 1 meter harga mencapai Rp 250 ribu. Lebih dari itu, bisa sampai satu jutaan."

Sikat Kutu

Meski sulit dibudidayakan, perawatan Sikas sangat gampang. "Kena panas atau hujan tidak berpengaruh, meskipun sebenarnya lebih suka panas. Hanya saja, daunnya sering terserang penyakit seperti kutu putih. Jangan dimusnahkan dengan air saja, tapi memerlukan obat tertentu pembasmi hama," jelas Santri.

Jangan sekalipun sembarangan memakai pestisida untuk membasmi hama, karena bisa merusak daunnya. "Biasanya karena tak sabar, tanaman yang kena kutu dianggap sudah mati dan dibuang. Harusnya dibersihkan dengan cara menyikat kutunya. Meski agak lama, tapi dijamin bakal keluar pucuknya lagi."

Perbanyakan Sikas dilakukan dengan cara vegetatif dan biji. Tapi ada juga dari anakan yaitu dari tunas yang keluar dari samping batang. Agar tumbuh lebih baik, Santri menyarankan agar tidak menyiram Sikas setiap hari. "Cukup tiga kali dalam seminggu saja disiram."

FAKTA SIKAS

- Cara memilih Sikas yang bagus, cari bonggol yang besar dan daun yang tidak begitu panjang.
- Indonesia memiliki satu jenis Sikas asli Indonesia, yaitu Cycas rumphii.
- Selain cantik, hampir semua tanaman Sikas bermanfaat sebagai tanaman obat yaitu menyembuhkan berbagai penyakit. Mulai dari darah tinggi, TBC, dan sakit lambung.

dari berbagai sumber.
Noverita K. Waldan

tabloidnova

Kamis, 23 April 2009

Encephalartos Series ( bagian V )

41. En. Senticocus

Memiliki habitat dibagian utara Kwazulu-Natal, Afrika Selatan dan Swaziland. Merupakan jenis cycads berukuran sedang, mencapai tinggi 4 meter dengan daun berwarna hijau mengkilap sepanjang 2 meter.

Senticocus, sangat mirip dengan Lebomboensis dan Msinganus. Menyukai sedikit naungan dan drainase yang baik.



42. En. Septentrionalus

Banyak tumbuh di areal bukit berbatu-batu dengan ketinggia 1200 meter di bagian utara Uganda dan Bagian Selatan Sudan. Merupakan jenis cycads berukuran kecil dengan ketinggian dibawah 2 meter. Pada umumnya tumbuh menyemak dengan 2-3 batang, dengan daun berwarna hijau muda.

Tumbuh baik di daerah bersinar matahari penuh maupun dengan sedikit naungan. Tetapi tetap membutuhkan drainase yang cukup baik.



43. En. Tegulaneus

Tumbuh di hutan-hutan hijau dibagian tengah hingga utara Kenya. Merupakan jenis Cycads besar dengan tinggi batang mencapai 10 meter. Daun Tegulaneus berwarna hijau keabu-abuan sepanjang 3 meter.

Menyukai daerah berdrainase baik, lembab tetapi terhindar dari kebekuan dan hawa dingin. Menyukai sinar matahari penuh ataupun sedikit naungan.



44. En. Transvenosus

Sering disebut juga sebagai Modjadji Cycads atau Modjjadji Broodboom. Banyak ditemukan di Afrika Selatan di sekitar Distrik Letaba, Mpumalanga, Transvaal Utara didaerah berketinggian 600 – 1000 meter.

Transvenosus merupakan jenis cycads terbesar, dengan ketinggian batang mencapai 12 meter dan diameter batang mencapai 45 meter. Daun Transvenosus berwarna hijau gelap mengkilap sepanjang sampai 2,5 meter.

Menyukai daerah yang cerah, lembab tetapi berdrainase baik. Tidak toleran terhadap cuaca beku. Sangat cepat tumbuh untuk ukuran cycads, dan cepat membentuk pohon yang sangat besar.



45. En. Trispinosus

Tumbuh didaerah terbuka dan berbatu-batu disekitar Sungai Bushmans dan Sungai Fish di Eastern Cape Province, Afrika Selatan. Merupakan jenis cycads berukuran kecil dengan ketinggian mencapai 1 meter. Tumbuh sebagai cycads perdu yang berkelompok sampai dengan 6 batang. Memiliki daun berbentuk lurus berwarna hijau kebiru-biruan. Sehingga masuk dalam salah satu jenis Cycads Biru ( Blau Cycads ). Pada mulanya, Trispinosus dikategorikan sebagai En. Horridus, tetapi kemudian dikategorikan sebagai jenis tersendiri.

Menyukai daerah yang cerah, berdrainase baik dan bersifat toleran terhadap hawa dingin dan kebekuan.



36. En. Turneri

Hanya ditemukan diNampula, Mozambique, digunung-gunung yang dipenuhi batu granit. Merupakan jenis cycads berukuran sedang, dengan ketinggian batang mencapai 3 meter. Daun berukuran panjang 2 meter berwarna hijau gelap.

Menyukai daerah yang cerah dan berdrainase baik.



37. En. Umbeluziensis

Tumbuh disepanjang sungai Mbeluzi, Swaziland dan Mozambique. Merupakan jenis cycads berukuran kecil dengan daun-daun lurus sepanjang 2 meter. Secara umum sangat mirip dengan Villosus.

Menyukai sedikit naungan, Drainase baik dan sangat sensitif terhadap kebekuan.



38. En. Vilosus

Tumbuh dihutan-hutan terbuka di Afrika Selatan dan Swaziland. Merupakan jenis cycads berukuran sedang, berbentuk perdu. Daun Vilosus berwarna hijau gelap mengkilap dengan panjang mencapai 3 meter.

Menyukai sedikit naungan, Berdrainase baik dan daerah sub tropis.



39. En. Whitelocki

Disebut juga Encephalartos Successibus. Ditemukan dihutan-hutan sepanjang Sungai Mpanga, Uganda. Merupakan jnis cycads berukuran besar dengan batang bisa mencapai 5 meter dan diameter batang mencapai 1 meter. Daun Whitelocki berwarna hijau mengkilap sepanjang 4 meter. Whitelocki sering ditemui tumbuh membentuk perdu yang besar.

Menyukai daerah yang cerah, lembab tetapi berdrainase baik. Tumbuh sangat vigourous. Apabila anda ingin mengebunkannya, maka anda memerlukan kebuh yang sangat luas, mengingat ukurannya yang besar.



40. En. Woodi

Diketahui hanya tumbuh hutan Ngoye sekitar 30 Km dari Mtunzizni, Kwazulu-Natal. Merupakan jenis cycads berukuran besar, dengan tinggi batang mencapai 6 meter. Daun-daun berwarna hijau gelap mengkilap sepanjang hingga 3 meter.

Sangat terkenal sebagai tanaman terlangka didunia, karena sangat sulit menghasilkan biji/benih. Kebanyakan Woodi yang ditemukan berjenis betina, sangat sulit menemukan woodi jantan, sehingga sangat sulit terjadi perkawinan yang akan menghasilkan biji woodi yang murni.

Namundemikian beberapa orang mencoba menyilangkannya dengan Natalensis (jenis yang relatif paling dekat dengan woodi). Kemudian disilangkan kembali dengan woodi sampai 3 generasi berturut-turut, hingga dianggap telah menjadi woodi yang murni.



Selesai

Pacsoa.org.au

Selasa, 14 April 2009

Encephalartos Series ( bagian IV )

31. En. Msinganus

Habitat aslinya di sebuah areal kecil dekat Msinga, Kwazulu-Natal, dengan ketinggian 900-1200 meter diatas permukaan laut, di daerah tanah berbatu karang dan berumput.

Merupakan jenis cycads berukuran sedang, dengan tinggi sampai 3 meter. Daun membentuk bentangan busur sepanjang 1,5 meter dan berwarna hijau mengkilat.

Msinganus menyukai sinar matahari yang cerah dan areal dengan drainase yang baik.



32. En. Middleburgensis

Berasal dari Distrik Middleburg, Provinsi Transvaal, Afrika Selatan. Hidup di daerah yang teduh dengan ketinggian 100-1400 meter, dimana cuaca sangat kering dan panas ketika musim panas, dan berubah menjadi sangat dingin membeku ketika musim dingin tiba.

Merupakan jenis cycads nerukuran besar, dengan batang mencapai tinggi 7 meter. Daun-daun yang baru muncul berwarna keperakan, akibat banyaknya bulu-bulu halus yang menutupinya.

Middleburgensis menyukai sinar matahari penuh dan drainase yang sangat baik.



33. En. Munchii

Tumbuh di semak belukar terbuka dan berbatu-batu di Mozambique, dalam koloni-koloni tunggal. Merupakan jenis cycads berukuran kecil dengan tinggi batang 1 meter dan diameter 35 Cm. Memiliki daun berjumlah banyak, dengan warna hijau “soapy” berukuran 1-1,3 meter.

Menyukai sinar matahari penuh atau sedikit naungan. Habitat asli mereka mempunyaicuaca yang sangat panas dan kering di musim kering, dan sangat basah dan dingin di musim dingin.



34. En. Manikensis

En. Manikensis yang sering pula disebut sebagai Gorongowe Cycad ini mempunyai habitat asli di Zimbabwe dan Mozambique. Merupakan jenis cycads berukuran sedang, dengan ketinggian batang mencapai 1,5 meter dan berdiamater 30 cm, dengan daun-daun mengkilap berukuran 1-2 meter.



35. En. Natalensis

Habitatnya aslinya berada di wilayah pegunungan terbuka di wilayah Natal dan Zululand, Afrika Selatan. Merupakan jenis cycads berukuran besar dengan tinggi batang mencapai 6 meter. Umumnya Natalensis tumbuh solitair, walaupun kadang-kadang ditemukan tumbuh merumpun. Daun natalensis berwarna hijau terang, dan sangat menyerupai En. Alstenteinii.

Bersifat toleran terhadap hawa dingin dan menyukai drainase yang cukup baik.



36. En. Paucidentatus

Ditemukan di daerah-daerah tebing-tebing curam berhutan di ketinggian 1500 meter, sebelah tenggara Transvaal sampai Swaziland. Merupakan jenis cycads berukuran besar dengan tinggi batang mencapai 6 meter. Mempunyai daun berwarna hijau cerah dan mengkilat sepanjang 2 meter, menyerupai En. Heenanii dan En. Transvenosus.

Merupakan jenis yang sangat terancam kepunahan, karena eksploitasi dari alam yang berlebihan. Paucidentatus menyukai daerah dengan sedikit naungan, mempunyai drainase yang baik.



37. En. Poggei

Distribusi Poggei berada di Selatan zaire dan Timur Laut Angola. Merupakan jenis cycads merumpun berukuran sampai dengan tinggi batang 2 meter, dengan daun sepanjang 1,5 meter.

Menyukai daerah dengan sinar matahari cerah dan berdrainase baik. Sangat sensitip terhadap hawa dingin dan pembekuan.


38. En. Princeps

Banyak tumbuh di permukaan berbatu-batu di provinsi Eastern Cape, Afrika Selatan, yang beriklim kering dan panas dimusim panas, dan sangat dingin dan beku dimusim dingin. Merupakan jenis cycads berukuran sedang sampai besar, dengan tinggi batang mencapai 4 meter, dan berdaun hijau kebiruan. Princeps sangat serupa dengan En. Lehmanii.



39. En. Pterogonus

Berhabitat asli di Mt Mruwere, Mozambique, dan sering ditemukan dalam koloni-koloni tunggal. Merupakan jenis cycads berukuran sedang, dengan tinggi sampai dengan 1,5 meter. Daun berwarna hijau cerah sepanjang 1,5 meter.

Menyukai daerah yang cerah, lembab, berdrainase baik.



40. En. Schlavoi

Habitat aslinya di hutan-hutan hujan Pegunungan Usambara, Timur Laut Zaire. Merupakan jenis cycads perdu kecil berukuran tinggi sampai 1 meter dan umumnya terdiri dari tiga batang dalam setiap rumpun. Daun berukuran panjang sampai 2 meter dan mirip dengan En. Hildebranti.

Menyukai daerah dengan sinar matahari cerah, mempunyai drainase baik dan sensitif terhadap hawa dingin dan kebekuan.



Bersambung

pacsoa

Selasa, 07 April 2009

Encephalartos Series ( bagian III )

21. En. Hildebranti

Mempunyai habitat di dataran berpasir dan bukit-bukit berbatu di Kenya dan Tanzania. Merupakan jenis cycads sedang hingga besar, dengan tinggi batang bisa mencapai 6 meter. Daun baru Hildebranti memiliki warna yang sangat atraktif dengan warna oranye sampai hijau olive.

Hildebranti merupakan jenis cycads yang paling umum ditemui di Kenya, dengan sifat sangat mudah tumbuh, bisa hidup baik dipaparan sinar matahari terbuka maupun dengan perlindungan, dan sangat adaptif terdapat kelembaban yang ekstrim sekalipun.




22. En. Inopinus

Ditemukan hanya disebuah daerah terbatas di Lydenburg, Transval, Afrika Selatan. Tumbuh dalam semak-semak yang tebal pada tebing-tebing curam dan bebatuan dolomit. Merupakan jenis cycads berukuran sedang dengan tinggi mencapai 4 meter dengan daun berwarna hijau keperakan, yang merupakan warna paling unik pada encephalartos.



23. En. Kisambo

Habitatnya terletak di hutan-hutan berkabut dan bebukitan rendah di Distrik Voi, Kenya. Merupakan jenis cycads berukuran sedang dengan tinggi batang antara 2,5 sampai 4 meter. Kisambo tumbuh merumpun dan bisa tumbuh sampai 12 batang dengan cepat. Daun-daun kisambo berbentuk lurus yang bisa mencapai panjang 4 meter. “cone” kisambo sangat atraktif dengan warna kuning kehijauan mirip warna bulu burung kenari.

Kisambo disebut sebagai salah satu jenis yang paling menarik. Ia merupakan jenis yang mudah tumbuh, menyukai tempat yang ternaung dari cahaya matahari langsung, sensitif terhadap hawa dingin dan memiliki akar yang sangat panjang, sehingga kalau kita menanamnya dalam pot, dibutuhkan pot yang sangat dalam.



24. En. Latifrons

Banyak ditemukan di tebing-tebing berbatu di provinsi Eastern Cape, Afrika Selatan. Merupakan jenis cycads berukuran sedang, sampai dengan tinggi 3 meter. Tumbuh membentuk perdu dengan jumlah sampai dengan 8 batang. Mempunyai daun berwarna hijau terang dan mengkilat sepanjang 1.5 meter.

Latifrons merupakan salah satu jenis cycads yang sangat diinginkan olek kolektor tanaman. Hal ini menyebabkan populasinya dialam terus berkurang, karena kurangnya upaya penangkaran. Latifrons mudah tumbuh, tetapi umumnya tumbuh sangat lambat, menyukai sinar matahari dan areal berdrainase baik



25. En. Laurentianus

Merupakan cycads endemik di hutan-hutan lembah sungai Kwango, disebelah barat daya Republik Demokratik Kongo dan Angola utara, dimana banyak ditemukan hutan yang rindang dengan tanah berbatu-batu dan berpasir. Merupakan jenis cycads ukuran raksasa (masive), dan ukuran paling besar di jajaran keluarga encephalartos.Tinggi batang Laurentianus bisa mencapai 15 meter, dengan daun berwarna hijau gelap mencapai 7 meter.

Laurentianus menyukai daerah yang Cerah, lembab, tetapi berdrainase baik.

pic from cycadpalm



26. En. Lanatus

Tumbuh dipadang-padang rumput terbuka dan jurang berbatu-batu sekitar 1500 meter didalam provinsi Transval – Afrika Selatan, di sekitar cakupan daerah sungai Wilge, Sungai Olifants dan sungai Olifants kecil. Merupakan jenis cycads berukuran sedang setinggi 2 meter, tumbuh sebagai perdu dan merumpuk sampai dengan 3 batang. Daun Lanatus berwarna hijau kebiruan sepanjang 1 meter.

Lanatus menyukai sinar Matahari penuh, daerah dengan drainase baik. Tumbuh sangat lambat dan toleran terhadap hawa dingin.



27. En. Laevifolius

Mempunyai habitat di daerah tebing berbatu-batu dan areal terbuka dipegunungan sebelah timur provinsi Transval , Afrika Selatan dan Swaziland. Merupakan jenis cycads berukuran sedang dengan tinggi mencapai 4 meter. Tumbuh dalam bentuk perdu dengan jumlah mencapai 6 batang. Daun-daun Laevifolius berwarna hijau kebiru-biruan dengan panjang mencapai 1,4 meter.

Tumbuh baik di daerah dengan sinar Matahari penuh, berdrainase baik dan toleran terhadap hawa dingin.



28. En. Lehmani

Habitat aslinya terletak di daerah berbatu-batu dan berpasir di Provinsi Easter Cape, Afrika Selatan yang beriklim sangat panas dan kering di musim kering, dan sangat basah dan dingin ketika musim dingin tiba. Merupakan jenis cycads berukuran sedang dengan tinggi batang sekitar 2 meter. Memiliki daun yang berwarna cenderung biru, sehingga disebut sebagai encephalartos biru.

Merupakan jenis encephalartos yang sangat mudah tumbuh, memerlukan sinar matahari penuh, drainase yang baik, dan sangat toleran terhadap hawa dingin.



29. En. Lebomboensis

Habitat lebomboensis berada di Mozambik, Swaziland, dan Natal Utara serta provinsi Transvall, Afrika Selatan. Merupakan jenis cycads dengan ukuran medium dan besar setinggi 4 meter. Lebomboensis mempunyanyai kekerabatan yang sangat dengan En. Natalensis.

Leboboensis termasuk jenis cycads yang mudah tumbuh, menyukai sinar matahari penuh, drainase yang baik dan tidak menyukai hawa dingin.



30. En. Longifolius

Banyak ditemukan di Provinsi Eastern Cape, Afrika Selatan. Merupakan jenis cycads berukuran sedang dengan tinggi mencapai 4,5 meter. Sering berbentuk rumpun dengan jumlah batang mencapai 10 batang. Daun Longifolius berwarna hijau gelap sepanjang 2 meter.

Longifolius menyukai sinar matahari penuh dan berdrainase baik.



Bersambung

pacsoa


Kamis, 26 Maret 2009

Encephalartos Series ( bagian II )

11. En. Delucaneus

Habitat asalnya di sebuah pegunungan di Tanzania barat sekitar 50 km dari danau Tanganika. Jenis Encephalartos yang sangat langka dan masih belum terdengar kabar tentang adanya pembudidayaannya ini memiliki warna dauh hijau segar dengan panjang sampai 80 cm.




12. En. Dyerianus

Disebut juga En. Grantycolus dengan habitat asalnya di sebuah bukit di provinsi Northern Transvaal, Afrika Selatan dilereng-lereng bukit yang berbatu. Merupakan jenis cycads berukuran sedang sampai besar, yang tingginya mencapai 4 meter. Daun dyerianus berwarna hijau keabu-abuan sepanjang 1,7 meter, dengan daun muda yang berwarna keperak-perakan.

Dyerianus menyukai tempat yang mendapat sinar matahari, porous dan tidak menyukai hawa dingin.



13. En. Equatorialis

Habitat aslinya di Uganda Selatan, sekitar Jinja dan danau Victoria. Merupakan jenis cycads yang tumbuh merumpun dengan ukuran besar. Equatorialis biasa tumbuh dalam 4-5 batang dengan tinggi batang mencapai 5 Meter. Memiliki daun yang lebar berwarna hijau tua dengan panjang bisa mencapai 3,5 meter.

Hidup baik di daerah yang mendapat sinar matahari cukup. sedikit lembab tetapi berdrainase baik. Equatorialis umumnya tumbuh tegak dan kokoh.



14. En. Eugene-Maraisii

Disebut juga Bergpalm, atau Waterberg Cycads. Merupakan tanaman endemik pegunungan Waterberg, Pietersburg, Witbank, dan Middelburg distrik Transvaal Tengah, Afrika Selatan. Tumbuh menyendiri atau merumpun, dengan tinggi batang mencapai 2,5 meter. Daun Eugene-marsii berwarna biru keperakan dengan panjang mencapai 1.5 meter.

Memerlukan paparan sinar matahari penuh, dengan tanah berdrainase sangat baik namun toleran terhadap hawa dingin


15. Friderichi Gluilielmi

Disebut juga Zamia friderici-guilielmi. Mempunyai habitat di pegunungan yang terletak di provinsi eastern cape, Afrika Selatan yang memiliki iklim kering dan panas ketika musim panas, dan hawa yang sangat dingin dan beku ketika musim dingin tiba. Berbentuk perdu dengan ukuran sedang, mencapai tinggi 4 meter.

Friderichi-Gluilielmi merupakan jenis encephalartos yang mampu memproduksi bunga dan tandan buah yang lebih banyak dibanding jenis encephalartos lain. Merupakan jenis yang tumbuh dengan “fisik” kuat, sesuai dengan iklim tempat tumbuhnya. Ia memerlukan sinar matahari penuh dan tanah dengan drainase sangat baik.



16. En. Ferox

Disebut juga Zululand cycad. Tersebar luas disepanjang garis pantai Mozambique bagian selatan, meluas ke dalam wilayah pantai Natal utara. Sering ditemukan tumbuh di pasir di bawah hutan hijau atau tumbuh di belukar rendah pada bukit-bukit pasir.

Ferox dewasa, sering bisa tumbuh mencapai tinggi 1,8 meter. Daun berwarna hijau “indah” dengan helaian daun yang lebih lebar dibanding spesies encephalartos lainnya. Ada jenis daun ferox yang curly, dimana helaian daun-daunnya seperti menggulung membentuk silinder. Daun memiliki panjang 1-2 meter dan sangat ornamental.

Ferox adalah jenis encephalartos afrika yang paling atraktif dan tersebar cukup luas. Ferox memerlukan drainase yang sempurna dan menyukai tanah berpasir. Jika mendapatkan 3 atau 4 jam matahari penuh dalam satu daun-daunnya akan tampil lebih menarik. Ferox adalah jenis cycads paling atraktif untuk taman rumah anda.



17. En. Ghellinckii

Disebut juga Drakensberg Cycad dengan habitat asalnya di provinsi Natal dan Transkei, Afrika Selatan. Tumbuh di padang rumput pegunungan yang berbatu-batu dengan ketinggian 700 sampai 2400 meter dengan iklim yang ekstrim baik dimusim panas maupun musim dingin.

Tumbuh merumpun dengan jumlah sekitar 3 batang pohon, berukuran medium sampai dengan tinggi 3 meter. Daun-daun muda tertutup warna keabu-abuan. Membutuhkan sinar matahari dan drainase yang baik. Tidak menyukai panas yang menyengat dan kelembaban tinggi. Sangat cocok di daerah yang kering, toleran terhadap hawa dingin, dan tumbuh sangat lambat.



18. En. Gratus

Berhabitat di Hutan dan jurang-jurang berbatu-batu, di bagian Tenggara Malawi, dan Timur laut Mozambique. Merupakan cycads berukuran sedang, dengan tinggi sekitar 2,5 meter. Sering tumbuh menyendiri ( soliter ) tetapi sering pula ditemukan tumbuh dalam satu cluster area. Daun berwarna hijau gelap dengan panjang mencapai 2 meter.

Tumbuh baik di tempat yang mendapatkan cukup sinar matahari, sedikit lembab tetapi dengan drainase yang baik

pic from plantapalm



19. En. Heenanni

Disebut juga Heenanns Cycads. Habitatnya terletak di padang-padang rumput disebuah pegunungan kecil dengan ketinggian 1500 meter diperbatasan antara Afrika Selatan dan Swaziland. Dimana perbedaan iklim yang sangat ekstrem dimusim kering dan musim dingin.

Heenanni termasuk jenis cycads yang sangat-sangat terancam punah, akibat eksploitasi yang sangat berlebihan. Merupakan cycads berukuran sedang dengan tinggi mencapai 3 meter dengan diameter 25-35 cm. Memiliki daun agak mengkilap, berwarna hijau cerah, datar dan mencapai panjang sampai dengan 2 meter.



20. En. Horridus

Berhabitat di areal terbuka dan berbatu-batu di profisi Easter Cape di Afrika Selatan. Merupakan jenis cycads kecil dengan ukuran tinggi batang sampai dengan 0,8 meter. Berbentuk perdu, dengan daun yang sangat indah seperti terjalin dengan rapi, sangat keras, tajam dan berwarna abu-abu kebiru-biruan.

Horridus mungkin adalah jenis cycads yang paling terkenal karena keindahan form dan daunnya. Horridus terkenal juga dengan sebutan cycads biru. Ia menyukai paparan sinar matahari penuh, dan drainase yang sangat baik.



Pic from davesgarden



Bersambung ....

pacsoa

Selasa, 24 Maret 2009

Encephalartos Series ( Bagian I )


Habitat asal dan penyebarannya di bukit-bukit berpasir di Cape Province, Afrika Selatan. Merupakan jenis cycads yang berukuran kecil dengan panjang daun rata-rata sekitar satu meter. Arenarius mirip dengan En. Latifrons.

Arenarius membutuhkan tempat tumbuh yang amat sangat porous, lebih dari yang dibutuhkan Aemulans, lebih menyukai sedikit naungan, serta bersifat sensitive terhadap hawa dingin.




2. En. Aemulans


Habitat asalnya dari bukit Natal di Afrika Selatan. Merupakan jenis Cycads ber-”Sucker” dengan ukuran kecil hingga sedang, mencapai tiga meter. Spesies ini sangat dekat dengan En. Natalensis dan En. Lebomboensis.

Aemulans hidup di daerah yang mendapat sinar matahari cukup, dengan tingkat porousitas tanah yang baik, serta bersifat toleran terhadap hawa dingin.




3. En. Alstenteini


Habitat asal dan penyebarannya di sepanjang kawasan pantai Cape Province Timur, Afrika Selatan. Merupakan jenis cycads yang berukuran sedang mencapai sekitar 5 M.

Alstenteini menyukai daerah yang sedikit lembab, tetapi dengan drainase yang baik. Bisa tumbuh baik di daerah yang mendapat sinar matahari penuh ataupun dengan naungan. Alstenteini bersifat serta toleran terhadap sinar matahari maupun hawa dingin, serta mudah ditransplantasikan melalui sucker-nya.



4. En. Aplanatus

Habitat aslinya berasal dari daerah hutan kering di bagian timur laut Swaziland. Termasuk kedalam jenis cycads berukuran sedang, dengan daun berwarna hijau mengkilat yang bisa mencapai 3,5 meter.

Aplanatus menyukai sedikit naungan dan tanah berdrainase baik.



Pic from wild-about-you


5. En. Bubalinus

Hidup di daerah berbatu-batu sebuah bukit kwarsit di Tanzania utara. Merupakan cycad ber-sucker ukuran kecil, dengan ukuran sampai dengan 2 meter. Daun mengkilap, berwarna hijau gelap dan panjang mencapai 1,6 meter.

Tumbuh baik di daerah dengan sinar matahari, agak lembab tetapi berdrainase baik. Bubalinus dikenal tidak menyukai hawa dingin.



6. En. Cerinus

Habitatnya hanya ada di dua daerah Provinsi Natal utara, Afrika Selatan. Merupakan jenis cycads klasifikasi kecil, dengan batang sekitar 30 cm, dengan daun berwana hijau gelap keabu-abuan. Biasanya tumbuh dalam 1-3 batang. Di habitat aslinya, Cerinus biasanya meontokkan daunnya sebelum berbunga dan berbuah, baru kemudian disusul dengan munculnya daun-daun baru.

Cerinus sangat sangat langka karna eksploitasi ilegal yang berlebihan. Cerinus menyukai sinar matahari, tanah yang sangat porous serta toleran terhadap hawa dingin.



7. En. Concinnus

Concinnus ditemukan di beberapa daerah di Mozambique dan Zimbabwe. Umumnya di hutan-hutan terbuka dan berbatu-batu. Merupakan jenis cycads ukuran menengah yang batangnya bisa mencapai tinggi 4,5 meter dengan diamater 50 cm. Daun concinnus berwarna hijau gelap.

Tumbuh baik di daerah dengan sinar matahari dan drainase baik. Concinnus sangat sensitiv terhadap hawa dingin.



8. En. Chimanimaninensis

Habitat aslinya di padang rumput berbatu di pegunungan Chimanimani diperbatsan antara Mozambique dan Zimbabwe. Merupakan cycads berukuran sedang dengan tinggi mencapai 2 meter. Kadang-kadang Chimanimaninensis tumbuh menjadi perdu dengan daun berwarna hijau terang mengkilap sepanjang 1,5 meter.

Tumbuh baik di daerah dengan sinar matahari penuh, berdrainase baik dan tersedia air dalam jumlah banyak.



9. En. Cupidus

Saat ini Cupidus kebanyakan di temukan di Blyde River. Tumbuh di hutan terbuka dan padang rumput berbatu-batu, atau lereng-lereng curam. Banyak diburu kolektor tanaman langka, sehingga statusnya sangat mengkhawatirkan. Merupakan cycads ber-sucker berukuran sedang dengan tinggi sekitar 2,5 meter, berdiameter batang sekitar 30 cm dengan warna daun hijau keabu-abuan sepanjang 1 meter.

Cupidus lebih menyukai sedikit naungan, menyukai tanah yang kaya nutrisi organik dengan drainase yang baik, serta toleran dengan hawa dingin dan hawa kering.



10. En. Cycadifolius

Tidak banyak data mengenai Cycadifolius

Pic from plantapalm


Souce : pacsoa