adf.ly

Sabtu, 03 September 2011

jual indukan muray medan



indukan jantan muray batu medan ekor panjang ( ring )

hubungi : Antok ( 081334074160 )



Jumat, 02 September 2011

Spesies Baru Jalak di Nepal

Seekor Jalak spesies baru ditemukan oleh dua ahli ornithology di Nepal Timur. Menurut harian The Himalayan Times, seekor burung berbahu putih, Sturnus sinensis, terlihat di antara kumpulan burung Jalak berekor di sebelah timur-laut suaka margasatwa tersebut.

Suchit Basnet, seorang ahli dari Nepal mengenai pengidentifikasian spesies dan taksonomi, menyetujui dan mengkonfirmasi spesies baru Jalak tersebut.

Menurut Komite Burung Langka Nepal (NRBC), badan yang mengabsahkan terlihatnya spesies semacam itu, spesies baru burung tersebut pertama kali terlihat pada 26 September 2010 oleh beberapa ahli Uni Ornithology Nepal, Badri Chaudhary dan Anish Timsina bersama dua penggemar burung di daerah tersebut, Dhiraj Chaudhary dan Krishna Bidari.

Burung jalak yang baru ditemukan tersebut kira-kira seukuran dengan burung Jalak dalam genusnya. Burung tersebut berukuran panjang 17 - 20 centimeter dan berat 61 gram. Paruh dan kaki berwarna hitam. Bagian bawah tubuh berwarna putih dan bagian atas tenggorokan abu-abu.

"Burung tersebut terlihat selama empat hari dan perinciannya diamati secara seksama. Satu gambar, kendati berkualitas rendah. Gambar tersebut belakangan dipelajari oleh para ahli," demikian laporan NRBC.


diolah dari Republika dan Antara

Rabu, 31 Agustus 2011

Cendet

Burung Cendet atau Pentet, salah satu burung cerdas yang pernah mengalami masa jaya di kalangan Kicau Mania Indonesia. Harganya sempat melambung tinggi mengimbangi burung kicauan lain seperti Punglor, Murai, Kacer dan Cucak Hijau.
Sayangnya akhir-akhir ini penggemar burung Cendet agak berkurang. Mungkin karena burung ini termasuk burung yang perawatannya agak rumit atau ketersediaan burung ini di pasar yang mulai berkurang, tidak diketahui secara pasti.
Terlepas dari itu semua burung Cendet adalah burung yang sangat menarik dan lucu. Kemampuannya yang dapat menirukan hampir semua suara yang ada tetap menempatkan burung ini sebagai burung yang istimewa.

Tapi sebagai penggemar burung kicauan apakah kita tahu apa-apa saja burung Cendet selain yang ada di Indonesia Lanius schach, apa saja kerabat burung Cendet yang ada di luar sana.

Mari kita lihat beberapa kerabat burung Cendet berdasarkan genus nya.
Cendet dan kerabatnya dikelompokkan kedalam family Laniidae yang memiliki 3 genus, yaitu :

1. Lanius
2. Corvinella
3. Eurocephalus

Berikut penjelasan tentang speciesnya.

Genus Lanius,
Genus Lanius memiliki 27 species yang tersebar di seluruh dunia, dan kebanyakan menyukai daerah beriklim tropis dan berudara hangat.

1. Lanius tigrinus (Tiger Shrike)



Lanius schach
2. Lanius bucephalus (Bull-headed Shrike)
3. Lanius collurio (Red-backed Shrike)
4. Lanius isabellinus (Isabelline Shrike)
5. Lanius cristatus (Brown Shrike)
6. Lanius collurioides (Burmese Shrike)
7. Lanius gubernator (Emin's Shrike)
8. Lanius souzae (Souza's Shrike)
9. Lanius vittatus (Bay-backed Shrike)
10. Lanius schach (Long-tailed Shrike)
11. Lanius tephronotus (Grey-backed Shrike)
12. Lanius validirostris (Mountain Shrike)



Lanius isabellinus
13. Lanius ludovicianus (Loggerhead Shrike)
14. Lanius excubitor (Great Grey Shrike)
15. Lanius meridionalis (Southern Grey Shrike)
16. Lanius minor (Lesser Grey Shrike)
17. Lanius sphenocercus (Chinese Grey Shrike)
18. Lanius excubitorius (Grey-backed Fiscal)
19. Lanius cabanisi (Long-tailed Fiscal)
20. Lanius dorsalis (Taita Fiscal)



Lanius cristatus
21. Lanius somalicus (Somali Fiscal)
22. Lanius mackinnoni (Mackinnon's Shrike)
23. Lanius collaris (Common Fiscal)
24. Lanius newtoni (Newton's Fiscal)
25. Lanius nubicus (Masked Shrike)
26. Lanius senator (Woodchat Shrike)
27. Lanius marwitzi (Uhehe Fiscal)

Genus Corvinella
Cendet dari genus Corvinella ini semuanya hidup di Afrika yang memiliki suhu hangat dan panas. Corak dan warna tubuh berbeda dengan Cendet dari genus Lanius. Cendet dari genus Corvinella ini mempunyai karakter lebih galak, dan selain memangsa berbagai jenis serangga, juga memangsa tikus dan ular-ular kecil.
Genus Corvinella ini mempunyai 2 species, yaitu :
1. Corvinella corvina (Yellow-billed Shrike)
2. Corvinella melanoleuca (Magpie Shrike)




Corvinella corvina
mirip elang ya..



\\\
Corvinella melanoleuca
Corak tubuh mirip dengan Kacer,
Bentuk dan corak tubuh kerabat Cendet dari genus Corvinella ini agak berbeda dengan Cendet di Indonesia pada umumnya. Postur tubuh yang lebih ramping dan kekar menunjukkan bahwa genus ini sebagai predator handal di wilayahnya.

Genus Eurocephalus
Kerabat Cendet dari genus Eurocephalus semua hidup di daerah Afrika. Bentuk tubuh dan corak di kepala masih mirip kerabatnya dari genus Lanius.




Eurocephalus ruppelli
Kerabat Cendet dari Genus Eurocephalus terdiri dari 2 species :
1. Eurocephalus ruppelli (Northern White-crowned Shrike)
2. Eurocephalus anguitimens (Southern White-crowned Shrike)


sumber :
- Singing Bird Collection
- Wikipedia
- the Internet Bird Collection





Selasa, 16 Agustus 2011

Perjalanan Hidup Caberawit

Kali ini adalah perjalanan hidup cabe rawit hibrida sonar dari umur 1 bulan hingga umur 4 bulan.


Umur 1 Bulan


Masih campur dengan cabe lainnya, berdaun sekitar 10.




Umur 2 Bulan


Mulai berbunga dan berbuah.




Umur 3 Bulan


Berbuah banyak sekali, buahnya masih hijau.




Umur 4 Bulan


Gak sampai 4 bulan, buahnya sudah banyak yang matang, berwarna merah.






Kamis, 11 Agustus 2011

Sirpu

Si kecil mungil bersuara indah ini mulai terlupakan dalam dunia kicauan burung. Di kalangan penggemar burung kicauan sepertinya saat ini tidak begitu bergairah lagi untuk memelihara maupun mencetak burung mungil ini menjadi suatu burung yang layak untuk dipertandingkan. Padahal dari segi kecerdasan burung ini tidak kalah kemampuannya untuk bersaing dengan burung-burung kicauan lain yang saat ini digemari seperti murai batu, kacer maupun cucak hijau dan lain-lain.


Burung Sirpu ini memiliki nama ilmiah Aegithina tiphia, dan memiliki nama lokal yang lumayan banyak untuk setiap daerah yang memiliki burung ini. Mulai dari sirpu, sirtu, cipew, catow dan cipoh.

Sekilas burung memiliki tubuh menyerupai burung Decu, hanya dibedakan dengan warna yang berbeda yaitu berwarna kuning kehijauan.
Apabila kita melintas pinggiran hutan di wilayah indonesia ini, biasanya kita akan mendengarkan burung ini berkicau merdu dan sangat nyaring. Sehingga kerap kita menyangka bahwa burung yang sedang berbunyi itu berukuran cukup besar, ternyata begitu kita melihat burung ini di saat berkicau, barulah kita sadar bahwa burung ini ternyata berukuran kecil sekitar 10 cm.
Ketika saya berkunjung ke rumah teman saya di Semarang, saya melihat burung sirpu milik teman saya sedang berkicau sangat merdu, bahkan sebelumnya saya mengira yang sedang berbunyi saat itu adalah burung dari jenis cucak hijau atau kacer, tetapi saya terkejut ketika melihat ke samping rumahnya, ternyata seekor burung sirpu di dalam sangkar bulat sedang berkicau dengan variasi suara yang luarbiasa.

Harga burung ini di pasaran sepertinya tidak bisa melonjak tinggi mengikuti perkembangan harga dari burung-burung kicauan lain yang lebih populer.

Burung sirpu tersebar dari wilayah asia tenggara, sumatra, jawa dan kalimantan. Menyenangi hutan-hutan yang tidak terlalu lebat, dan biasanya bersarang di pinggiran hutan pada cabang-cabang pohon rendah.

Makanan yang disukai oleh burung ini adalah kroto, jangkrik berukuran kecil, belalang dan buah-buahan seperti pisang.
Pemberian pakan buatan seperti voer juga boleh diberikan kepada burung ini, hanya saja pemberian extra fooding seperti kroto harus setiap hari atau paling tidak sekali dua hari. Apabila kebutuhannya tersebut dipenuhi maka burung ini akan rajin berkicau dan berumur panjang.


sumber:
- Singing Bird Collection