adf.ly

Rabu, 30 Juli 2008

Memilih Media Tanam

Salah satu syarat agar tanaman hias yang kita pelihara bisa tumbuh sehat, segar, kokoh dan menawan seperti yang kita inginkan, adalah pemilihan media tanam yang tepat dan ideal.

Berikut ini tips-tips yang bisa digunakan dalam memilih atau meramu media tanam yang ideal :

1. Mampu menopang tanaman secara kokoh, sehingga tanaman mampu berdiri tegak dan tidak mudah goyah. Untuk memenuhi syarat ini, maka harus dipilih media tanam yang tidak mudah lapuk dan bisa bertahan dalam jangka waktu lama.
2. Bersifat porous, sehingga mampu mengalirkan kelebihan air yang tidak dibutuhkan. Hal ini dibutuhkan untuk mencegah media tanam menjadi becek dan lembab secara berlebihan, yang berakibat pada resiko kebusukan atau serangan jamur pada tanaman. Untuk itu harus dipilih media tanam yang tidak bersifat padat dan mampu menciptakan “rongga” di dalam wadah media tanam, sehingga proses drainase dan aerasi berjalan dengan baik.
3. Mampu menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman, baik itu unsur hara makro maupun mikro, sehingga kebutuhan tanaman akan zat-zat makanan selalu terpenuhi. Untuk memenuhi syarat ini, bisa dilakukan dengan memasukkan unsur pupuk kandang kedalam ramuan media tanam, atau dengan menambahkan pupuk kimia yang umumnya berbentuk butiran.
4. Bersifat steril, bebas dari serangan serangga, jamur, virus dan mikroorganisma merugikan lainnya. Hal yang biasa dilakukan dalam mensterilisasi media tanam adalah dengan mengukus media tanam. Cara ini efektif apabila media tanam yang dipakai sedikit. Apabila media tanam yang digunakan dalam jumlah banyak, maka media tanam bisa dijemur di bawah terik sinar matahari selama kurang lebih dua hari, lalu membungkusnya kedalam wadah plastic yang tertutup rapat. Cara lain yang sering pula digunakan dan lebih praktis adalah dengan cara kimia dengan aplikasi Furadan G sesuai takaran yang dianjurkan.
5. Sesuai dengan jenis tanaman hias yang dipilih. Hal ini perlu dilakukan, karena masing-masing jenis tanaman hias mempunyai karakterisktik berbeda-beda, sehingga membutuhkan media tanam yang berbeda pula

Media tanam yang dipilih bisa berupa media tanam tunggal yaitu hanya menggunakan satu jenis bahan media tanam, atau media tanam campuran yaitu media tanam yang diramu dari beberapa jenis bahan media tanam.

Menurut pengalaman para pelaku tanaman hias, memang tidak ada media tanam yang paling ideal, karena karakteristik tanaman, lingkungan tempat tanaman dipelihara, iklim serta musim sangat berpengaruh dalam pemilihan media tanam yang tepat. Beberapa contoh ramuan media tanam yang banyak digunakan, akan diuraikan lebih lanjut dalam blog ini. Silahkan mengikuti, semoga bermanfaat.

Minggu, 13 April 2008

Anggrek (2)

Kembali menampilkan koleksi anggrek..... ya, karena tanaman anggrek ini yang menjadi fokus saya belakangan, tetapi bukan mengesampingkan tanaman-tanaman saya yang lain.

Rabu, 15 Agustus 2007

Info Bunga

Trend
Investasi Miliaran Lewat Tanaman

JAKARTA - Bisnis tanaman hias tak lagi dianggap sebelah mata.Para hobiis bisa merogoh kocek ratusan juta hingga miliaran untuk sebuah tanaman.

Rifyanto, salah satu pedagang di pameran Flora Fauna Jakarta 2007, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, tak ragu untuk menjual sebuah tanaman jenis anthurium seharga Rp20 juta. Dia bahkan memiliki jenis lain yang mencapai Rp1,4 miliar.

Apabila dilihat dari bentuknya, sulit mempercayai tanaman itu berharga miliaran. Alih-alih memperlihatkan bunga yang cantik,anthurium hanya didominasi daun-daun lebar seperti bakau atau sayuran sawi.

Bagi hobiis, dedaunan itulah yang melambangkan kegagahan dengan garis-garis bertekstur tegas.Tidak hanya daun, tunas anthurium adalah lumbung emas. Bayangkan, harga sebuah tunas bisa mencapai Rp500 ribu. Apa sebenarnya yang membuat tanaman ini mahal? Menurut Dani, penjual anthurium di Flora Fauna Jakarta 2007, tanaman tersebut termasuk langka. Apalagi, anthurium juga susah dibudidayakan. ”Meski tak membutuhkan perawatan rumit, tanaman ini tidak bisa dibudidaya melalui kultur jaringan. Bibitnya pun masih sulit didapat. Sebagian masih didatangkan dari Solo,” katanya.

Sebagian penjual lainnya berpendapat karena ulah kolektor serta pebisnis tanaman hias. ”Harganya melonjak karena tanaman ini banyak dicari orang. Pedagang berduit biasanya membeli dalam jumlah borongan, sehingga stok dipasaran sedikit. Mereka kemudian menjual koleksinya itu dengan harga yang sangat mahal,” ucapnya. Faktor lain pendongkrak harga tanaman ini adalah pameran. Saat penjual mengikuti pameran, mereka akan menaikkan harga tanaman hingga menarik perhatian pengunjung.

Harga yang ditawarkan para penjual memang fantastis. Semua tanaman anthurium dari jenis jenmanii ataupun hookeri dijual di atas Rp1,5 juta. Banyak juga yang menembus angka Rp20 juta. Tahun ini boleh jadi tahunnya anthurium. Tapi ini bukan yang pertama. Pada tahun-tahun sebelumnya, beberapa jenis tanaman lain tak kalah populer. Dan tentu saja, harganya juga selangit. Sebut saja aglaonema dan adenium. Di Indonesia, aglaonema lebih dikenal dengan sebutan sri rejeki atau chinese evergreen. Genus aglaonema terdiri dari 30 spesies.

Aglaonema memiliki tingkatan harga yang bervariasi. Mulai Rp1.500 per daun untuk jenis donacarmen, hingga Rp5 juta per daun (jenis Tiara). Setiap tanaman bisa berupa bibit dengan satu atau dua daun, hingga yang berdaun cukup banyak. Tiara, misalnya, sempat membuat sensasi dengan harga jual mencapai nilai Rp5 juta per daun. Hingga kini, aglaonema kreasi Gregorius Hambali ini masih diminati oleh para hobiis dan kolektor tanaman karena warnanya yang indah. Satu tanaman dengan tujuh tunas muda yang dipisahkan menjadi bibit bisa terjual hingga Rp30 juta. Sejak kemunculannya, tiara telah menaikan harga aglaonema lain.

Seiring dengan terkenalnya aglaonema, demam adenium juga mulai merebak. Tanaman yang dikenal dengan sebutan kamboja jepang ini menarik perhatian karena bunga dan bonggolnya yang mampu membesar seperti bonsai. Bagian akar tanaman itu juga termasuk bagian yang disukai.

Bagian akar ini dapat menggembung dan berbentuk unik. Mulai dari tangan, telapak kaki, hingga paha. Harganya pun semakin mahal. Harga tanaman dengan bonggol yang sudah jadi beserta rimbunnya bunga bisa mencapai jutaan rupiah. Di sebuah pameran, adenium dalam sebuah pot dengan akar menggelembung dan bunga rapat ditawarkan Rp30 juta. (wahyu/sindo/via)

Eko Purwanto/Sindo

Senin, 13 Agustus 2007

Senin, 30 Juli 2007